
Pensiun Bukan Akhir, Kelas Trubus Bimbing Usaha Hidroponik dan Akuaponik
Suasana penuh semangat terlihat dalam sesi pelatihan hybrid yang digelar oleh Kelas Trubus bersama PLN Unit Pelaksana Pendidikan dan Latihan (UPDL) Bogor. Dalam rangka menyambut masa purnabakti, peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia kembali mengikuti pelatihan kewirausahaan berbasis hidroponik dan akuaponik. Ini merupakan pelatihan ke-7 hasil kolaborasi berkelanjutan antara Kelas Trubus dan PLN UPDL Bogor. Bukti nyata komitmen bersama dalam memberdayakan sumber daya manusia dalam membuka peluang usaha baru pasca karier.




Belajar Bertani Modern
Pelatihan berlangsung selama empat hari, terdiri dari dua hari pembelajaran daring dan sisanya diselenggarakan secara luring yang disertai praktik langsung. Dalam sesi online pada 11 dan 12 Juli peserta dibekali pemahaman dasar mengenai sistem hidroponik dan akuaponik, dua metode pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, dan bisa dilakukan untuk skala rumahan. Selanjutnya peserta mengikuti sesi luring pada 17 dan 18 Juli yang mempertemukan teori dengan praktik secara langsung.
Antusias dan kesan mendalam terlihat diwajah peserta saat berkunjung langsung ke kebun hidroponik dan akuaponik yang merupakan mitra dari Kelas Trubus. Peserta melihat secara langsung bagaimana sayuran tumbuh tanpa tanah dan bagaimana ikan menjadi bagian dari ekosistem pertanian terpadu. Dari yang hanya sekedar penasaran, semangat menjadi agripreneur mulai tumbuh dan peserta juga mulai membayangkan masa depan mereka sebagai wirausaha hidroponik serta akuaponik.
Bagi banyak peserta, pelatihan ini bukan hanya soal menambah ilmu, tapi juga menyentuh sisi emosional dan memberi inspirasi nyata. Salah satunya diungkapkan oleh Deny Surya Permana, salah satu peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. “Saya mengikuti pelatihan ini dari teori yang sangat komperhensif dan praktek sesuai dengan pengalaman-pengalaman yang reel dari instruktur. Kami bisa melihat langsung bagaimana bisnis hidroponik dan semakin termotivasi memiliki kebun hidroponik dan kolam akuaponik,” ujarnya.
Tak Dibiarkan Sendiri
Tidak berhenti pada pelatihan semata. Setiap peserta juga mendapatkan toolkit perlengkapan dasar yang bisa langsung digunakan untuk memulai usaha hidroponik dan akuaponik di rumah. Diharapkan toolkit ini menjadi modal awal peserta memulai usahanya. Program ini juga menyertakan pendampingan selama enam bulan ke depan. Tim Kelas Trubus akan terus mendampingi peserta, memastikan peserta dan juga usahanya sama-sama tumbuh. “Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukan bahwa purnabakti bukan akhir, melainkan awal fase baru yang penuh peluang,” ujar Rudi Hartono, Direktur Kelas Trubus.
Sebagai bagian dari Trubus Bina Swadaya, Kelas Trubus terus mengusung semangat pemberdayaan berbasis pengetahuan. Program kewirausahaan ini tidak hanya menekenkan aspek teknis tapi juga membangun kepercayaan diri, jejaring, dan mindset bisnis peserta. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perusahaan dan komunitas bisa melahirkan perubahan positif yang berkelanjutan.
Bagi PLN ini adalah bagian dari upaya memastikan pegawai tetap produktif ddan mandiri setelah masa purnabakti. Bagi Kelas Trubus ini adalah panggilan untuk terus menebar ilmu dan inspirasi. Ingin tahu lebih banyak tentang pelatihan dan pendampingan Kelas Trubus? Kunjungi www.kelastrubus.id dan temukan potensi wirausaha berbasis pertanian modern yang menanti Anda. Be different be agripreneur with Kelas Trubus!***
